Penjelasan Contoh Black Hat SEO dan Tekniknya

  • October 20, 2020
  • Blog
No Comments

Black Hat SEO menjadi salah satu teknik SEO yang banyak dihindari. Hal tersebut karena Black Hat SEO berpotensi membuat website yang menerapkannya terkena hukuman dari search engine. Untuk menghindari hal terebut sebaiknya pahami arti serta contoh Black Hat SEO.

Contoh Black Hat SEO

Memahami dan mengerti berbagai contoh dari Black Hat SEO penting, mengingat ada banyak website yang terkena hukuman berat setelah menerapkan SEO jenis ini. Lebih lanjut seputar Black Hat SEO akan dibahas di bawah ini.

Apa Itu Black Hat SEO?

Pertama yang akan kita pelajari adalah terkait dengan pengertian dari Black Hat SEO. Sebenarnya nama Black Hat SEO terinspirasi dari film-film western yang seringkali menampilkan karakter baik dengan topi putih (white hat) dan karakter jahat dengan topi hitam (black hat). Sehingga SEO yang ‘melanggar aturan’ dari search engine ini diidentikkan dengan black hat.

Teknik SEO yang satu ini menggunakan berbagai cara untuk membuat rating website naik secara instan. Namun, cara yang digunakan tersebut umumnya melanggar peraturan dari search engine sehingga apabila terdeteksi akan membuat website tersebut mendapat hukuman berat. Bahkan tak jarang yang membuat website yang menerapkan Black Hat SEO diblokir.

Ini berbeda dengan White Hat SEO yang mengutamakan teknik SEO yang sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada. Pada teknik White Hat SEO, kualitas konten dari website tersebut menjadi fokus utama untuk membuat rating website meningkat.

 

Daftar Contoh Black Hat SEO

Selain memahami apa itu Black Hat SEO, kita juga harus mengerti contoh Black Hat SEO agar kita dapat menghindari teknik-teknik tersebut. Yuk simak selengkapnya seputar contoh dari Black Hat SEO di bawah ini.

1. Melakukan Spam Komentar di Berbagai Tempat

Contoh Black Hat SEO yang pertama adalah spam komentar. Mungkin Anda sering menemui komentar-komentar SPAM pada suatu blog maupun website yang menyertakan link alamat tertentu dengan isi komentar yang tidak sesuai topik blog maupun website. Hal ini termasuk dalam Black Hat SEO.

Tujuan dari spam komentar ini sebenarnya adalah untuk membuat backlink menuju ke website mereka. Namun, banyaknya pihak yang melakukan spam komentar membuat backlink yang diperoleh dengan cara ini tidak dihitung lagi serta tidak memiliki pengaruh untuk meningkatkan rating website.

2. Membuat Konten yang Tidak Berkualitas

Website dengan konten yang berkualitas serta tidak memberikan informasi pada penggunanya juga termasuk dalam Black Hat SEO. Seperti contohnya adalah website dengan konten yang hanya berisi kata kunci atau berisi informasi yang tidak relevan dengan judul pada konten tersebut. Bahkan tak jarang ditemukan website dengan konten yang hasil menjiplak dari website lainnya.

Saat ini banyak website yang menggunakan cara ini. Padahal penggunaan konten website yang tidak berkualitas justru menurunkan jumlah pengunjung. Di sisi lain untuk website dengan konten menjiplak hasil website lainnya juga patut waspada. Pasalnya ada fitur Google Panda yang mampu mendeteksi konten-konten hasil menjiplak dari website lainnya.

3. Penempatan Kata Kunci yang Berlebihan

Contoh Black Hat SEO yang selanjutnya akan dibahas adalah terkait penempatan kata kunci. Ada banyak website yang menerapkan Black Hat SEO memasukkan kata kunci berlebihan terhadap konten miliknya. Tak jarang kata kunci yang dimasukkan tidak sesuai dengan topik yang sedang dibahas maupun hadir dengan penempatan yang tidak cocok.

Pengguna teknik Black Hat SEO yang satu ini patut waspada. Pasalnya teknik semacam ini sudah dapat dipatahkan oleh algoritma terbaru dari Google.

 

Itulah pembahasan lebih lanjut mengenai arti dan contoh Black Hat SEO. Dibanding menggunakan Black Hat SEO yang justru mengancam keberlangsungan website, sebaiknya gunakan teknik SEO yang sesuai peraturan sehingga website menjadi aman dari hukuman.


 

 

ACTION NOW !!

Postingan Lainnya