Macam-Macam Algoritma Google Dari Dulu Hingga Sekarang

  • March 25, 2019
  • Blog

Macam-Macam Algoritma Google

Bagi orang-orang yang bergelut di dunia website, pastinya tidak asing dengan istilah algoritma mesin penelusuran seperti Google. Algoritma ini merupakan metode atau acuan dalam penentuan pengecekan dan penilaian sebuah situs agar masuk di page 1 Google.

Rupanya, algoritma ini banyak macamnya dan terus diperbaharui. Lantas, apa saja macam-macam algoritma tersebut? Dan jenis algoritma apakah yang saat ini digunakan? Yuk, simak rinciannya.

Macam-Macam Algoritma Google dari 2009-2014

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa algoritma Google terus mengalami pembaharuan. Dengan begitu, jenis algoritma yang digunakan dari tahun ke tahun pun pasti berbeda. Begitu pun dengan peraturan dan ketentuan teknisnya.

Pada tahun 2009, algoritma Google mulai diresmikan dengan nama Caffeine. Jenis ini ditujukan untuk mengamati struktur web yang masuk agar lebih dinamis dan terkelola. Beralih ke tahun 2011, algoritmanya pun diperbaharui menjadi algoritma Panda. Di mana pada pemberlakuan ini, Google mulai menyangsikan situs yang berkualitas konten rendah. Sementara pada tahun 2012, algoritmanya pun kembali diperbaharui menjadi Penguin.

 

Baca Juga: 4 Cara Belajar SEO WordPress Untuk Pemula

 

Algoritma ini difungsikan untuk memperbaiki segala hal penerapan teknik SEO (Search Engine Optimization). Hingga pada 2013, perubahan pun kembali menjadi Hummingbird untuk mencari website yang benar-benar menyesuaikan ketepatan konten serta kecepatannya. Dan pada 2014, Algoritma pun kembali diperbaharui menjadi Pigeon. Yang mana pada algoritma ini sudah mulai ada penerapan on page dan off page SEO meskipun belum optimal.

Algoritma Google 2015

Perkembangan algoritma Google semakin berkembang dari tahun ke tahunnya. Hingga macam-macam algoritma Google pun semakin bertambah. Pada tahun 2015, algoritma Mobile ini mengharuskan penggunanya membuat kesesuaian antara situs web dan juga mobile. Sehingga situs yang mobile friendly lah yang bisa masuk pada pencarian awal Google.

Selain Mobile, pada tahun ini pun Google kembali memperbaharui algoritmanya menjadi Rankbrain yang membantu Google untuk memahami nilai kueri hingga konten situs yang lebih spesifik.

Algoritma Google Pada 2016-2017

Tahun berlalu, algoritma pun ikut baru. Pada 2016, muncul algoritma Possum yang mana hasil pencarian di-spesifikasikan sesuai dengan lokasi pencarian. Sehingga konten yang ada pada halaman awal, adalah konten yang mendekati kawasan pengguna Google. Sedangkan pada 2017, algoritma yang muncul pun adalah algoritma Google Fred. Di sini mulai adanya pemberlakuan Google Webmaster. Bagi konten atau situs siapapun yang tidak sesuai pedoman webmaster, maka situsnya akan terkena dampak dan masalah.

Algoritma Google 2018-Saat ini

Pada tahun 2018 lalu, algoritma pun kembali diperbaharui dan mengantongi nama mobile first index.  Di mana algoritma ini lebih mengutamakan situs-situs yang memang user friendly, mobile friendly dan kontennya pun berkualitas. Sehingga situs yang sudah memenuhi hal tersebut akan mudah terindeks Google. Di samping itu, ada pula Zero Result SERP test, untuk menampilkan pencarian keyword dengan bentuk “show all“. Namun algoritma tersebut diberhentikan oleh pihak Google.

Nah, baru-baru ini Google sudah menggadangkan bahwa akan ada pembaharuan algoritma yang lebih update. Algoritma ini disebut sebagai broad core. Meskipun belum resmi, namun inti dari algoritma ini tentu yang masuk laman awal pencarian adalah situs yang memang benar-benar hebat juga berkualitas tinggi. Baik dari segi konten maupun website-nya secara keseluruhan.

Dari macam-macam algoritma Google tersebut, tentu sudah banyak sekali bukan pembaharuannya? Tentunya pembaharuan ini cukup baik, selain menuntut para pegiat website agar menyajikan konten menarik dan hebar, juga untuk memberikan layanan dan informasi yang akurat kepada masyarakat luas.

Dapatkan Penawaran Terbaik Kami

Kami menawarkan layanan Jasa SEO profesional yang mampu meningkatkan peringkat website di search engine Google melalui pencarian organik, agar dapat bersaing walaupun dengan menggunakan kata kunci yang sangat kompetitif.

Artikel Kami Lainnya

Lihat posting lainnya