best digital marketing forever!

Mengenal Update Algoritma Google Panda Versi Expert SEO

google-panda-updateDi awal tahun 2016 ini ada pembahasan tentang pengenalan salah satu algoritma google yang sangat mempengaruhi sebuah website yaitu Update Algoritma Panda. Seperti yang kita ketahui bahwa algoritma google saat ini sudah sangat berkembang demi menjaga kualitas search engine dari aktivitas spam dan relevansi dari sebuah kata kunci. Untuk itulah Google mengeluarkan semua jenis algoritmanya agar bisa menyaring sebuah website yang ingin menduduki peringkat halaman 1 sesuai dengan kata kunci tertentu dan lolos dari algoritma tersebut. Dan kali ini kita akan berkenalan dengan update algoritma panda yang penting perannya bagi sebuah website agar dapat hasil optimal jika ingin melakukan “optimasi SEO“.

Definisi dan Sejarah Algoritma Panda

Algoritma panda adalah salah satu jenis algoritma yang diciptakan dan dirancang oleh Google untuk mendeteksi konten yang berkualitas rendah (Low Quality Content) di dalam sebuah halaman website. Algoritma panda pertama kali dirilis pada tanggal 23 Februari 2011 dan dibuat oleh seorang enginer bernama “Navneet Panda”. Oleh sebab itu nama yang dipopulerkannya adalah google panda.

Faktor Algoritma Panda (Update)

Setelah melakukan beberapa kali update, maka faktor yang menjadi perhatian dari algoritma panda terbaru ini adalah sebagai berikut :

  • Duplicate Content
  • Thin Content
  • Terlalu banyak Link keluar didalam sebuah halaman (Eksternal Link)
  • Tata Bahasa yang Buruk (Poor Grammer)
  • Terlalu banyak iklan (Ads)
  • Struktur Seo yang Buruk (Poor SEO Structure)
  • Optimasi Berlebihan pada Seo Onpage (SEO Onpage Over Optimizations)
  • Kecepatan Loading Website (Web Load Speed)

Semua faktor di atas mendapatkan perhatian dari update algoritma panda dan sudah sering dibahas dimanapun. Namun disini yang akan dibahas lebih dalam lagi adalah faktor duplicate content dan thin content yang menjadi target utama dari google. Kedua faktor tersebut sangat sering dilakukan dan sering kita jumpai. Mari kita bahas lebih mendalam lagi.

1. Duplicate Content

Duplicate Content adalah konten yang tidak dibuat atau ditulis dengan unik, melainkan meng-copy atau meniru keseluruhan dari halaman lain, baik halaman di dalam website atau halaman website orang lain.

Pada dasarnya meng-copy sebagian dari kata atau paragraf itu sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah. Akan tetapi jika Anda mengcopy secara keseluruhan atau lebih dari setengah isi konten pada sebuah halaman maka google akan dengan cepat melihat ini sebagai duplicate content.

Sebenarnya ada cara yang terbilang aman untuk menghindari algoritma panda terbaru, yaitu dengan teknik “Curated Content”. Cara ini terbilang mudah karena Anda diperbolehkan meng-copy isi konten website orang lain dengan cara menambahkan paragraf pembuka di awal dan paragraf penutup di akhir. Serta jangan lupa untuk meletakkan source link dari asal konten tersebut dengan membuat Hyperlink yang menuju sumber aslinya.

Namun demikian, alangkah bagusnya jika Anda dapat membuat konten sendiri agar lebih original sekaligus dapat melatih kemampuan Anda. Jika tidak menguasai dalam teknik penulisan, maka Anda bisa menyewa jasa penulis konten yang sudah banyak betebaran di internet.

Penulisan yang dibuat secara original dan unik adalah bagian dari sebuah pilihan. Dan pilihan itu terdapat dalam kutipan dari matt cuts sebagai pihak Google langsung perihal Duplicate Content : “Why should we rank your site when there are hundreads of other site with the exact same wording“.

Jadi cara mana yang akan Anda pilih untuk membuat konten bagi website Anda?

2. Thin Content

Thin content adalah Website atau page yang hanya sedikit mengandung konten maupun informasi dan juga sebuah website yang memiliki sedikit halaman (biasanya 3-5 halaman saja).

Untuk masalah thin content dapat kita temui di dalam sebuah website toko online (e-commerce). Masalahnya terdapat pada postingan produk yang menampilkan sedikit informasi di dalam deskripsi produk. Untuk itu bagi Anda yang ingin membuka usaha toko online diharapkan dapat menambahkan informasi dibagian deskripsi produk, hal ini agar dapat memudahkan untuk optimasi SEO dan berguna juga untuk pengunjung  toko online Anda.

Sedangkan solusi bagi website yang hanya memiliki 3-5 halaman saja bisa disiasati dengan menambahkan halaman artikel atau blog berisi informasi yang berkaitan dengan produk yang Anda jual. Jadi di dalam halaman artikel atau blog akan berisi beberapa halaman informasi yang related dengan niche website Anda. Berikut contoh kasus website yang terkena thin content.

thin-content

Itulah kedua faktor yang sangat menentukan bagi website kita jika ingin terhindar dari Update Algoritma Panda karena kedua faktor tersebut merupakan target yang sangat sering terjadi baik algorithmic penalty maupun manual penalty.

Baca juga : Dampak Serangan Hacker Terhadap Serp Website di Google