best digital marketing forever!

Belajar SEO 2: Memahami Update Algoritma Google Penguin dan EMD

google-penguinApakah Anda sudah mengenali Algoritma Panda Versi Expert Seo? Jika sudah maka pembahasan kali ini masih lanjutan tentang algoritma Google yaitu Memahami Update Algoritma Penguin dan EMD. Mari kita bahas satu-satu untuk kedua algoritma ini.

Algoritma Penguin

Apa yang sebenarnya menjadi target dari Algoritma Google Penguin? Algoritma ini akan mengidentifikasi SEO External Linking (Link dari Luar) sebuah website yang dilakukan secara paksa (forced). Ada 2 tipe external linking yang dilakukan secara paksa oleh si penguin.

1. Low Quality Mass Linking (Spammy Backlink)

Banyaknya link berkualitas rendah, begitu kurang lebih artinya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dari Low Quality Mass Linking diantaranya adalah:

  • Low quality site (not authority site)
    Artinya disini adalah membangun backlink dari website yang bukan berasal dari authority site.
  • Low quality content (thin content)
    Contohnya adalah Anda membangun backlink yang berasal dari forum profile cuma secara besar-besaran dimana di dalamnya mengandung konten yang sangat sedikit. Padahal Anda bisa membuat “backlink SEO” dengan cara membuat artikel dan meletakkannya di Web 2.0 agar bisa menghindari larangan ini.
  • Unrelevant niche
    Faktor ini sering sekali dilakukan oleh banyak orang dengan cara membangun backlink dari situs-situs yang tidak relevant dengan tema website. Hal ini bisa terindikasi sebagai larangan oleh Algoritma Google Penguin
  • UnNatural
    Cara ini juga sering dilakukan yaitu dengan cara menyuntikkan backlink sebanyak-banyaknya dengan periode waktu yang sangat singkat. Contohnya dengan membangun backlink menggunakan tools yang dapat menghasilkan ribuan backlink dalam waktu 1 hari/seminggu.

2. Over Optimized External Anchor Text Links

Intinya adalah Penggunaan anchor text pada link terlalu berlebihan terutama pada frase kata kunci. Dikebanyakan kasus, Google Penguin mentargetkan website yang melakukan mass linking (kebanyakan menggunakan software) dengan menggunakan frase kata kunci yang sama dengan frase kata kunci yang ditargetkan ke website utama (moneysite).

Sebagai contoh:

-Target kata kunci Anda untuk moneysite : baju anak

-Kemudian Anda membangun link dengan anchor text : jual baju anak, baju anak murah, baju anak jakarta.

Dalam hal ini Google tetap membaca setiap dari frase kata kunci tersebut adalah sama dengan frase kata kunci yang digunakan untuk moneysite Anda. Maksudnya di dalam frase kata kunci tersebut tetap mengandung kata “baju anak”.

Jika Anda masih menggunakan cara ini sebenarnya tidak masalah, namun masalahnya adalah ketika membangun backlink jangan menggunakan anchor text seperti itu terus menerus. Sebaiknya digunakan lebih banyak variasi dan jangan hanya dari turunan kata kunci (partial keyword) tersebut. Bisa menggunakan persamaan kata kunci, brand atau nonkeyword (tidak menggunakan target kata kunci). Contoh nonkeyword: klik disini, selengkapnya dsb.

Algoritma EMD

Apa yang menjadi target Algoritma Google EMD? Pada dasarnya google mentargetkan website yang berusaha merangking posisi di search engine dengan menggunakan nama domain. Sedangkan EMD dirancang untuk mendeteksi setiap website yang menggunakan nama domain yang sama persis dengan frase kata kunci yang ditargetkan di Homepage. Contohnya : bajuanak.com.

Faktor yang mempengaruhi EMD adalah sebagai berikut:

  • Target kata kunci sama persis dengan nama domain.
  • Onpage SEO terlalu berlebihan dengan menggunakan frase/kata yang terdapat di sebagian atau keseluruhan domain. Contohnya kata : baju, anak.
  • Anchor text dimana target kata kunci digunakan secara berlebihan.
  • Terlalu banyak target kata kunci yang berasal dari low quality backlink.
  • Kurangnya social signal.

Dari semua faktor di atas memang secara sistem Google telah dilakukan, namun dari kebanyakan kasus yang kami temui bahwa faktor nomor satu dari Algoritma EMD kemungkinan masih bisa digunakan mengingat banyaknya nama domain yang sama dengan target kata kuncinya namun masih berada di posisi teratas search engine. Asalkan dapat menghindari larangan-larangan dari algoritma google lainnya.

Kesimpulan :

  1. Algoritma EMD mencakup semua faktor algoritma yaitu Panda dan Penguin.
  2. Untuk itu, bila website Anda terkena EMD penalty, maka Anda harus fokus ke semua area yang menjadi target Algoritma Panda dan Penguin.

Baca juga: Cara Mudah Agar Backlink Cepat Terindex Google